Home » Uncategorized » Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dan kesuksesan dalam pembangunan dan penerapan (Tugas UAT SIM no.3)

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dan kesuksesan dalam pembangunan dan penerapan (Tugas UAT SIM no.3)

25 September 2012

PENDAHULUAN

Penerapan sistem informasi merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mendukung kinerja dunia bisnis dewasa ini. Hampir dapat dipastikan, bahwa entitas bisnis manapun yang tidak mau memanfaatkan sistem informasi untuk mendukung operasionalnya, maka ia akan “terlindas” oleh persaingan yang semakin hari semakin ketat. Mengaplikasikan suatu suatu sistim informasi yang berbasis teknologi di dalam suatu perusahaan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan tersebut antara lain: Sebagai salah satu sumberdaya organisasi yang menunjang kegiatan operasional, dan manajerial, memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, dan tersaji dalam bentuk yang sesuai, menunjang keunggulan kompetitif  perusahaan. Selain memberikan keuntungan, pengaplikasian system informasi yang salah malah akan mengakibatkan kegagalan. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang baik tentang system informasi dan bagaimana mengelolanya agar tetap berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan

TINJAUAN PUSTAKA

Pentingnya strategi dan operasi teknologi informasi dalam bisnis tidak lagi diragukan. Seperti yang tampak dalam abad ke 21, banyak perusahaan di seluruh dunia berkeinginan untuk mengubah dirinya sendiri menjadi pembangkit daya (power house) bisnis global melalui berbagai investasi besar dalam e-business, e-commerce, dan usaha TI lainnya yang global. Jadi, terdapat kebutuhan nyata bagi para manajer bisnis dan prktisi bisnis untuk memahami bagaimana mengelola fungsi organisasi yang penting ini. Dalam bagian ini, kita akan mengeksplorasi cara bagaimana fingsi SI dapat diatur dan dikelola, serta untuk menekan kan pentingnya focus pada nilai pelanggan dan bisnis untuk manajemen teknologi informasi. Jadi entah anda berencana untuk menjadi pengusaha dan menjalankan bisnis anda sendiri, manajer perusahaan, mengelola system informasi dan teknologinya akan menjadi salah satu tanggung jawab utama anda.

 

Mengelola teknologi Informasi

Mengelola system dan teknologi informasi yang mendukung proses bisnis modern perusahaan saat ini adalah tantangan besar untuk para manajer bisnis dan TI serta praktisi bisnis. Pendekatan manajerial memiliki tiga komponen utama:

  1. Mengelola pengembangan dan implementasi bersama berbagai strategi bisnis/TI.
  2. Mengelola pemgembangan dan implementasi aplikasi dan teknologi bisnis/TI.
  3. Mengelola organisasi TI dan infrastruktur TI.

Mengelola Operasi SI

Manajemen Operasi SI berkaitan dengan penggunaan sumber daya hardware, software, jaringan dan sumber daya manusia dalam perusahaan atau pusat data, unit bisnis dari sebuah organisasi. Aktivitas operasional yang harus dikelola meliputi operasi sitstem computer, manajemne jaringan, pengendalian produksi dan dukungan produksi.

Kegagalan dalam Manajemen TI

            Mengelola teknologi informasi bukanlah tugas yang mudah. Fungsi system informasi memiliki masalah kinerja dalam banyak organisasi. Manfaat yang dijanjikan dalam teknologi informasi belum muncul dan banyak kasus perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan konsultan manajemen dan peneliti dari unversitas telah memperlihatkan bahwa banyak perusahaan yang belum berhasi mengelola memperlihatkan belum berhasil mengelola penggunaan informasi tidak adapat digunakan secara efektif dan efisien.

Mengatur TI

Beberapa perusahaan membentuk fungsi system informasinya masuk ke dalam anak perusahaan SI yang menawarkan layanan SI ke organisasi eksternal serta induk perusahaan mereka sendiri. Perusahaan lainnya membuat atau membentuk unit bisnis e-commece atau unit bisnis yang berkaitan dengan internet atau kelompok TI dalam perusahaan atau unit bisnis terpisah.

 

PEMBAHASAN

Keberhasilan penerapan sebuah sistem informasi sangat bergantung pada sistem apakah yang dibangun oleh perusahaan, apakah sistem ini mampu mengadaptasi kebutuhan perusahaan, mudah digunakan dan mampu menyajikan segala jenis informasi yang diperlukan.

Berikut beberapa faktor yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan sistem informasi :

  1. Sistem tersebut tingkat penggunaannya relatif tinggi (High Levels of System Use), dengan penggunaan yang tinggi, artinya sistem informasi yang dibangun memiliki manfaat yang sesuai dengan kebutuhan para user (dalam hal ini pegawai perusahaan) sehingga mereka menggunakan sistem ini secara sering.
  2. Kepuasan para pengguna terhadap sistem (Users Satisfaction With The Systems), dengan semakin meningkatnya kepuasan para user terhadap sistem yang dibangun, maka hal itu mengindikasikan bahwa sistem tersebut telah sesuai dengan kebutuhan pengguna dan merupakan indikasi keberhasilan dari sistem. Karena tidak mungkin sistem yang ada dianggap berhasil jika dalam implementasinya banyak terjadi keluhan dari para penggunanya.
  3. Sikap yang menguntungkan (Favourabel Attitude) para pengguna terhadap sistem informasi & staff dari sistem informasi.

Jika para pengguna memiliki sikap yang positif terhadap sistem yang ada, maka hal tersebut merupakan indikasi keberhasilan yang kuat. Karena tidak mungkin para pengguna memiliki sifat yang positif jika sistem yang ada tidak memberi dampak yang positif serta sesuai dengan yang dibutuhkan.

Sedangkan, kegagalan penerapan sebuah sistem informasi dapat disebabkan oleh banyak faktor. Sebuah sistem dikatakan gagal jika keberadaannya tidak mampu memenuhi kebutuhan yang ada, tidak mampu memberi efek manfaat terhadap para penggunanya serta sulit untuk digunakan. Berikut dijelaskan beberapa kondisi yang dapat menyebabkan suatu sistem informasi dapat dikatakan gagal :

  1. Biaya yang berlebihan sehingga melampaui anggaran, pada dasarnya biaya pengembangan suatu sistem informasi adalah mahal, karena itu perencanaan anggarannya pun harus dilakukan dengan cermat dan tepat. Namun begitu sering terjadi dimana pengembangan sistem informasi di suatu perusahaan menjadi berlarut-larut, kurang terarah sehingga menyebabkan biaya semakin membengkak
  2. Melalui waktu yang diperkirakan, selain mahal, pengembangan suatu sistem informasi juga biasanya memerlukan waktu yang lama. Hal ini disebabkan penegmbangan sistem informasi merupakan suatu pekerjaan yang kompleks dan membutuhkan keakuratan serta kecermatan yang tinggi. Jika perkiraan waktu  ini yang dibuat meleset dari yang direncanakan, maka hal tersebut dapat menyebabkan kegagalan.
  3. Kelemahan teknis yang berakibat pada kinerja yang berada dibawah tingkat dari yang diperkirakan, jika sistem informasi yang dibangun tidak dikerjakan secara cermat dan teliti, maka besar kemungkinan sistem tersebut akan memiliki kelemahan teknis yang membuat sistem tidak mampu bekerja secara normal ataupun sesuai dengan yang diharapkan. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kegagalan pula.
  4. Gagal memperoleh manfaat yang diperkirakan, pada dasarnya, sebuah sistem informasi dikembangkan dan diterapkan dengan tujuan tertentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhkan yang ada dalam perusahaan. Misalnya saja seperti untuk sistem manajemen sumber daya manusia, sistem pengelolaan keuangan, sistem pemasaran dan lain sebagainya. Namun begitu, jika sistem yang dibangun ternyata tidak sesui dengan peruntukkannya tersebut, maka bisa dikatakan sistem tersebut gagal.

Untuk memastikan sebuah sistem informasi dapat berjalan dengan baik, maka perlu diperhatikan beberapa aspek sebagai berikut :

  1. Keterlibatan dan Pengaruh Pengguna, dalam perencanaan pengembangan sistem informasi, perusahaan harus mampu menarik partisipasi dari seluruh pengguna untuk dapat turut memberi masukan atau bahkan ikut dalam proses perencanaan secara penuh. Hal ini dimaksudkan agar proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan para pengguna
  2. Kesenjangan Komunikasi Antara Pengguna Dengan Perancang Sistem Informasi, biasanya terjadi kesenjangan atau miskomunikasi antara perancang sistem informasi dengan para penggunanya. Hal ini dapat disebabkan beberapa hal seperti kurangnya komunikasi diantara kedua belah pihak, perbedaan persepsi diantara mereka dan hal-hal lain yang pada akhirnya menyebabkan pengembangan sistem yang dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  3. Dukungan Manajemen, dukungan manajemen dalam pengembangan sistem informasi sangatlah penting. Hal ini dikarenakan pengembangan sistem informasi yang ada membutuhkan sumber daya baik materi maupun non materi yang cukup besar, dimana jika manajemen tidak mendukungnya maka pengembangan pun akan menjadi sangat terhambat.
  4. Tingkat Kompleksitas dan Resiko, harus diperhatikan bahwa sistem informasi memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan karena itu memiliki resiko akan bocornya suatu rahasia, data atau informasi yang tidak boleh diketahui oleh pihak lain. Karena itu sistem informasi yang dikembangkan harus mampu dibangun secara aman dan dipastikan bahwa segala macam data atau informasi yang terkandung didalamnya tidak bisa diakses oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Untuk mengeliminir kegagalan dari implementasi suatu sistem informasi yang telah dikembangkan, maka dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut, memastikan partisipasi aktif dari para pengguna dan perancang sistem informasi seperti misalnya membentuk Focus Group Discussion (FGD), membuat pelatihan penggunaan sistem sebelum diterapkan secara umum, membuat contoh atau protype untuk diujicobakan pada para pengguna dan dapat dievaluasi terlebih dahulu sebelum diimplementasikan versi akhirnya.

Uncategorized

No Comments to “Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dan kesuksesan dalam pembangunan dan penerapan (Tugas UAT SIM no.3)”

Leave a Reply

(required)

(required)


Blue Captcha Image
Refresh

*

Current ye@r *